Sekilas Info Hasil UAS

Hasil akhir ujian matakuliah saya dan grup masih belum dapat diumumkan. Sekilas info untuk hasil UAS teori bilangan dan analisis real 1 sangat jauh dari ekspektasi minimal, jauh sekali di bawah standar minimal.

Sebagai contoh teori bilangan no 1 yang diharapkan sebagian besar mahasiswa bisa menjawab dengan benar, tapi faktanya melenceng jauh. Padahal soalnya sangat mudah dan pernah diberikan dalam persepsi kuliah teori kongruensi. Masih ingat ketika diberikan masalah “kalau hari ini selasa maka 1000 hari lagi hari apa?”. Hal yang sama diterapkan pada jam dengan mengambil modulo 12, bukan 24. Bahkan banyak mahasiswa mengambil bilangan modulo bilangan lainnya, ngawuur….

Untuk análisis real 1, ujian open book hanya digunakan untuk memindahkan isi buku teks/catatan ke lembar ujian tanpa ada pemahaman terhadap apa ang ditulis. Sungguh menyedihkan….

Tuntutan kompetesi lulusan ke depan akan semakin berat, saingan mencari pekerjaan yang layak semakin banyak dan berat. Kita tentunya tidak ingin menjadi lulusan berkualitas “sampah” di mana pengguna (user) memandang remeh kita bahkan merasa jijik melihat kesarjanaan kita. Kompetensi atau capaian pembelajaran yang ideal adalah salah satunya diukur dari tingkat pemahaman terhadap matakuliah yang diberikan. Ke depan ijazah dan transkrip tidak cukup untuk mencari pekerjaan, tetapi harus ditambah dengan diploma supplement (surat keterangan pendamping ijazah/SKPI) yang menjelaskan secara eksplisit pekerjaan/peran yang dapat dilakukan oleh pemegangnya yang relevan dengan bidang ilmunya.

Salah satu kompetensi lulusan PT adalah kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis hanya dapat diperoleh dengan membiasakan memahami materi kuliah dengan level kognitif cukup tinggi, tidak hanya level permukaan saja. Membiasakan mengerjakan soal-soal sulit adalah cara untuk memperoleh kemampuan berpikir kritis. Standar pembelajaran termasuk evaluasi pada matakuliah saya insyaAllah dapat dijadikan rujukan ideal walaupun masih level bawah.

Prodi telah dan terus berupaya membantu adik-adik mahasiswa untuk menjadi sarjana yang diperhitungkan. Bahkan prodi akan memfasilitasi mahasiswa yang mempunyai mimpi besar untuk mampu bersaing dan bersanding dengan lulusan perguruan tinggi papan atas. Untuk itu mahasiswa agar dapat memanfaatkan kesempatan kuliah ini sebaik-baiknya untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Tidak banyak anak muda yang mampu meneruskan pendidikan sampai perguruan tinggi, yaitu hanya sekitar 30% saja dari lulusan SLTA. Hal ini dikarenakan cukup tingginya biaya kuliah dibandingkan penghasilan masyarakat, juga akses pendidikan tinggi masih sangat terbatas. Kesungguhan adalah kunci sukses studi, bukan kecerdasan semata. Kultur kuliah hanya ikut-ikutan tren tanpa mengikuti sistem perkuliahan ideal bukan jamannya lagi. Peluang berkembang adalah sama untuk semua mahasiswa; tidak ada dikotomi orang desa dan orang kota, orang miskin dan orang kaya, lulusan PT ternama dan PT gurem. Pastinya ada dikotomi lulusan “berkualitas” dan “tidak berkualitas”.

Agar wejangan ini dapat dijadikan sebagai pemicu tekad dan semangat belajar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: